Program

Jawa Barat · 2022

Koridor penyerbuk

Memulihkan tanaman berbunga asli di tepi pertanian Jawa untuk mendukung lebah dan kupu-kupu lokal.

Latar Belakang

Di sepanjang dataran pertanian Jawa, lahan yang dulunya dihubungkan oleh jalur vegetasi alami kini terputus oleh monokultur padi, jagung, dan singkong. Fragmentasi ini menghilangkan habitat penting bagi serangga penyerbuk — lebah liar, kupu-kupu, dan lalat bunga — yang menjadi tulang punggung produktivitas pertanian dan kelangsungan ekosistem.

Survei awal YKAI pada 2021 di tiga kabupaten di Jawa Barat menunjukkan penurunan keanekaragaman penyerbuk hingga 40% pada lahan pertanian yang tidak memiliki koridor vegetasi alami di tepiannya, dibandingkan lahan yang masih memiliki jalur tanaman berbunga.

Tujuan Program

Program Koridor Penyerbuk bertujuan memulihkan jalur tanaman berbunga asli di tepi-tepi pertanian Jawa untuk:

  1. Menyediakan habitat bagi populasi penyerbuk lokal sepanjang tahun
  2. Menghubungkan kembali fragmen habitat yang terpisah oleh lahan pertanian
  3. Meningkatkan produktivitas pertanian melalui jasa penyerbukan alami
  4. Membangun kesadaran petani tentang peran kritis serangga penyerbuk

Metodologi

Pemilihan Lokasi

Lokasi koridor dipilih berdasarkan analisis GIS terhadap tingkat fragmentasi habitat, keberadaan populasi penyerbuk yang tersisa, kesediaan petani lokal untuk berpartisipasi, dan konektivitas potensial antar fragmen habitat.

Spesies Tanaman

Koridor ditanami campuran tanaman berbunga asli Jawa yang dipilih untuk menyediakan sumber nektar dan polen sepanjang tahun:

  • Lantana camara (Tembelekan) — berbunga sepanjang tahun
  • Cosmos sulphureus (Kenikir) — berbunga musim kemarau
  • Tithonia diversifolia (Kembang bulan) — berbunga musim hujan
  • Crotalaria juncea (Orok-orok) — legum penambat nitrogen, berbunga cepat
  • Tagetes erecta (Gemitir) — penolak hama alami, berbunga panjang
Tim peneliti sedang memasang perangkap kuning (pan-trap) di tepian lahan pertanian.

Pemantauan

Setiap koridor dipantau menggunakan transek visual mingguan, perangkap pan-trap bulanan, dokumentasi iNaturalist, dan wawancara petani tentang hasil panen.

Lokasi Aktif

Jawa Barat — Koridor Bogor-Sukabumi (2022–sekarang)

Membentang sepanjang 12 km di tepi persawahan antara Bogor dan Sukabumi, koridor ini menghubungkan tiga fragmen hutan sekunder. Dalam dua tahun pertama, 89 spesies penyerbuk tercatat di sepanjang koridor, termasuk 12 spesies lebah liar yang sebelumnya tidak terdata di wilayah ini. Petani yang berpartisipasi melaporkan peningkatan hasil panen cabai rata-rata 15% setelah koridor berusia satu tahun.

Jawa Tengah — Koridor Semarang (2022–2024, selesai)

Proyek percontohan pertama kami di tepi pertanian dekat Semarang. Selama dua tahun berjalan, koridor sepanjang 8 km berhasil mencatat 54 spesies penyerbuk dan menjadi model bagi replikasi di provinsi lain. Data dari proyek ini menjadi dasar publikasi kolaboratif dengan Universitas Diponegoro.

Dampak

Sejak dimulai pada 2022, program ini telah:

  • Menanam 3.200 meter koridor tanaman berbunga
  • Mencatat 89 spesies penyerbuk di jalur koridor aktif
  • Melibatkan 47 petani dari 8 desa
  • Menghasilkan 1 publikasi ilmiah bersama Universitas Diponegoro
  • Melatih 24 mahasiswa dalam teknik survei penyerbuk

Rencana ke Depan

Pada 2026–2027, program akan membuka koridor baru di Jawa Timur (Malang-Batu) bersama Universitas Brawijaya, mengembangkan panduan praktis bagi petani, dan mengintegrasikan data pemantauan ke dalam platform data terbuka YKAI.

Cara Terlibat

Program ini terbuka untuk kolaborasi — kami mencari petani, peneliti, mahasiswa, dan donatur. Hubungi tim kami melalui halaman Kontak atau email info@arthropodwelfare.com.